Article • 03 October 2026

Scratch vs Roblox Studio untuk Belajar Coding

Oleh : Wira

Scratch vs Roblox Studio untuk Belajar Coding

Scratch cocok untuk anak yang baru mulai belajar coding, sedangkan Roblox Studio lebih cocok untuk anak yang sudah siap mengenal pemrograman berbasis teks. Scratch menggunakan blok visual yang mudah disusun, sementara Roblox Studio memungkinkan anak membuat game 3D dengan menulis kode menggunakan bahasa pemrograman Lua.

Keduanya sama-sama dapat menjadi media belajar coding yang menarik. Pilihan yang tepat bergantung pada usia, pengalaman, serta tujuan belajar anak.

Mengenal Scratch untuk Belajar Coding Anak

Scratch adalah platform pemrograman gratis buatan MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang dirancang dengan pendekatan visual. Anak tidak perlu langsung mengetik kode karena perintah program tersedia dalam bentuk blok warna-warni yang dapat digeser dan disusun seperti puzzle.

Cara belajar seperti ini membuat Scratch lebih mudah dikenalkan kepada anak yang belum pernah belajar pemrograman sebelumnya. Mereka bisa fokus memahami bagaimana sebuah program bekerja tanpa harus berhadapan dengan aturan penulisan kode yang rumit.

Belajar Logika Tanpa Mengetik Kode

Salah satu fokus utama Scratch adalah membantu anak memahami pola pikir komputasional atau computational thinking. Anak belajar menyusun perintah secara bertahap, memahami hubungan sebab-akibat, dan membuat alur yang terstruktur.

Karena menggunakan sistem drag-and-drop, kemungkinan anak mengalami kesalahan akibat salah mengetik juga lebih kecil. Anak bisa lebih banyak mencoba, bereksperimen, dan melihat langsung hasil dari susunan blok yang mereka buat.

Jenis Proyek yang Bisa Dibuat

Scratch cocok digunakan untuk membuat berbagai proyek sederhana seperti cerita interaktif, animasi, komik interaktif, hingga mini-game 2D.

Platform ini terutama cocok untuk anak usia 8 hingga 11 tahun atau anak yang baru pertama kali mengenal coding.

Mengenal Roblox Studio untuk Coding Anak

Roblox Studio adalah perangkat lunak yang digunakan untuk membuat game 3D di dalam ekosistem Roblox. Berbeda dengan Scratch yang menggunakan blok visual, Roblox Studio mulai mengenalkan anak pada penulisan kode menggunakan bahasa pemrograman Lua.

Di sini, anak tidak hanya menempatkan objek di dalam dunia 3D. Mereka juga dapat menggunakan kode untuk mengatur bagaimana objek, mekanisme game, dan berbagai interaksi di dalam permainan bekerja.

Berkenalan dengan Pemrograman Berbasis Teks

Roblox Studio dapat menjadi jembatan dari pemrograman visual menuju pemrograman berbasis teks. Anak mulai belajar menulis kode, mengatur mekanisme permainan, memahami simulasi fisika 3D, hingga membuat interaksi antarpemain secara multiplayer.

Proses ini membutuhkan ketelitian lebih dibandingkan Scratch karena anak sudah mulai bekerja dengan baris kode secara langsung.

Membuat Game 3D yang Bisa Dimainkan

Salah satu daya tarik Roblox Studio adalah hasil proyeknya berupa game 3D yang dapat dimainkan oleh orang lain. Anak dapat membuat game rintangan seperti Obby, simulator, atau game petualangan.

Roblox Studio lebih cocok untuk anak usia 12 tahun ke atas atau anak yang sebelumnya sudah terbiasa menggunakan Scratch dan ingin mencoba tantangan baru.

Perbedaan Scratch dan Roblox Studio

Scratch dan Roblox Studio memiliki pendekatan belajar yang berbeda. Scratch lebih berfokus pada pengenalan logika pemrograman secara visual, sementara Roblox Studio mulai membawa anak ke pengalaman menulis kode dan mengembangkan game 3D.

Scratch Roblox Studio
Cocok untuk anak yang baru belajar coding Cocok untuk anak yang sudah siap dengan tantangan lebih lanjut
Menggunakan blok visual Menggunakan kode berbasis teks dengan Lua
Fokus pada logika dasar dan computational thinking Fokus pada pemrograman game dan dunia 3D
Cocok untuk cerita, animasi, dan mini-game 2D Cocok untuk game 3D, simulator, Obby, dan petualangan
Minim kesalahan akibat salah mengetik kode Membutuhkan ketelitian dalam menulis kode
Ideal untuk usia 8–11 tahun Ideal untuk usia 12 tahun ke atas atau yang sudah mahir di Scratch

Kapan Anak Sebaiknya Memilih Scratch?

Scratch bisa menjadi pilihan ketika anak baru pertama kali mengenal coding. Sistem blok visual membantu anak memahami bagaimana sebuah program bekerja tanpa harus langsung memikirkan aturan penulisan kode.

Scratch juga cocok untuk anak usia 8–11 tahun yang tertarik membuat cerita interaktif, animasi, komik, atau mini-game 2D.

Dengan pendekatan visual tersebut, anak dapat lebih fokus membangun logika, kreativitas, dan pemahaman tentang urutan perintah.

Kapan Anak Bisa Beralih ke Roblox Studio?

Roblox Studio dapat menjadi langkah berikutnya ketika anak sudah memahami dasar logika pemrograman atau mulai membutuhkan tantangan yang lebih besar.

Anak yang menyukai game 3D juga bisa lebih termotivasi belajar melalui Roblox Studio karena mereka dapat membangun dunia virtual dan membuat game yang dapat dimainkan bersama teman.

Untuk anak yang sebelumnya sudah terbiasa menggunakan Scratch, perpindahan ke Roblox Studio juga menjadi kesempatan untuk mulai mengenal pemrograman berbasis teks.

Scratch dan Roblox Bisa Saling Melengkapi

Scratch dan Roblox Studio tidak harus dipandang sebagai dua pilihan yang saling bersaing. Keduanya dapat digunakan pada tahap belajar yang berbeda.

Scratch membantu anak memahami dasar logika pemrograman melalui pendekatan visual. Setelah lebih percaya diri dan memahami cara kerja sebuah program, anak dapat melanjutkan ke Roblox Studio untuk mengenal penulisan kode dan pengembangan game 3D.

Dengan urutan belajar seperti ini, anak dapat mengenal coding secara bertahap tanpa harus langsung menghadapi tingkat kesulitan yang terlalu tinggi.

Frequently Asked Questions

Apakah Scratch cocok untuk anak yang belum pernah coding?

Ya. Scratch menggunakan blok visual sehingga anak tidak perlu langsung mengetik kode. Anak dapat fokus memahami logika, urutan perintah, dan hubungan sebab-akibat dalam program.

Berapa usia yang cocok untuk belajar Roblox Studio?

Roblox Studio cocok untuk anak usia 12 tahun ke atas atau anak yang sudah terbiasa dengan Scratch dan siap belajar pemrograman berbasis teks.

Apakah sebaiknya belajar Scratch sebelum Roblox Studio?

Untuk pemula, Scratch dapat menjadi langkah awal untuk memahami logika pemrograman. Setelah dasar tersebut dikuasai, Roblox Studio bisa menjadi tahap berikutnya untuk mengenal coding berbasis teks dan pembuatan game 3D.

Mulai Belajar Coding Sesuai Tahap Anak

Scratch dan Roblox Studio menawarkan pengalaman belajar yang berbeda. Scratch cocok untuk membangun fondasi logika dan mengenalkan coding dengan cara yang lebih sederhana. Roblox Studio dapat menjadi langkah berikutnya ketika anak sudah siap menulis kode dan mengembangkan game 3D.

Yang terpenting adalah memilih platform sesuai usia, pengalaman, dan ketertarikan anak agar proses belajar tetap terasa menyenangkan.

Ingin membantu anak mulai belajar coding secara bertahap? Belajar bersama kami di Koding Akademi dan pelajari lebih lanjut tentang program coding untuk anak melalui https://www.kodingakademi.id/.

Share this post

ARTIKEL LAINNYA

Artikel Lainnya

MARI MULAI BERSAMA

Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak Anda

Daftarkan sekarang untuk trial class atau konsultasi dengan tim kami.

Logo Koding Akademi

Koding Akademi

Online

Today