PHP2Shell adalah dua celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP yang memungkinkan hacker mengambil alih server website dari jarak jauh tanpa harus login. Dengan tingkat keparahan mencapai 9,2 dari 10, ancaman ini membuat sejumlah layanan website di berbagai negara dihentikan sementara. Bahkan, Perdana Menteri Jepang ikut mengeluarkan peringatan agar pengelola website segera melakukan pembaruan keamanan.
Kasus PHP2Shell menjadi perhatian karena PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun website dan aplikasi web. Celah keamanan pada teknologi ini berpotensi berdampak luas, mulai dari website bisnis hingga layanan pemerintahan.
Apa Itu PHP2Shell dan Mengapa Berbahaya?
PHP2Shell merupakan sebutan untuk dua kerentanan keamanan yang ditemukan pada komponen inti PHP. Kedua celah tersebut memungkinkan terjadinya Remote Code Execution (RCE), yaitu kondisi ketika penyerang dapat menjalankan perintah pada server dari jarak jauh.
Menurut laporan Google Cloud, kedua kerentanan PHP2Shell mendapatkan skor keparahan 9,2 berdasarkan sistem penilaian CVSS versi 4.0 dan dikategorikan kritis.
Artinya, apabila celah ini berhasil dieksploitasi, penyerang berpotensi mengakses informasi sensitif, mengubah data, hingga mengganggu operasional website.
Dua Celah Keamanan di Balik PHP2Shell
PHP2Shell mencakup dua kerentanan utama yang berkaitan dengan pengelolaan memori pada PHP.
1. CVE-2026-109618: Kesalahan Pengelolaan Memori
Kerentanan pertama terjadi ketika PHP mengalami kondisi kehabisan memori saat memproses permintaan. Dalam situasi tertentu, PHP dapat memperlakukan informasi yang belum diproses dengan sempurna sebagai data yang valid.
Kesalahan tersebut membuka peluang bagi penyerang untuk memanipulasi proses yang berjalan di server.
2. CVE-2026-109619: Penggunaan Informasi Memori yang Tidak Valid
Kerentanan kedua berkaitan dengan kondisi ketika PHP masih menggunakan informasi internal dari permintaan sebelumnya, meskipun memori yang menyimpan informasi tersebut sudah dibebaskan.
Jika dimanfaatkan oleh penyerang, kondisi ini dapat mengganggu proses server dan membuka jalan bagi eksekusi kode berbahaya.
Kedua kerentanan tersebut berbahaya karena dalam kondisi tertentu dapat dieksploitasi tanpa memerlukan akun pengguna atau akses administrator.
Mengapa Perdana Menteri Jepang Ikut Memperingatkan PHP2Shell?
Ancaman PHP2Shell mendapat perhatian internasional setelah sejumlah organisasi dan lembaga pemerintah mengambil langkah darurat untuk mengamankan website mereka.
Pada 21 Oktober 2026, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara terbuka meminta pengelola website memeriksa penggunaan PHP dan segera memasang pembaruan keamanan.
Jika pembaruan belum memungkinkan untuk dilakukan, penghentian sementara layanan website menjadi salah satu tindakan pencegahan yang disarankan.
Sejumlah website dan layanan di berbagai negara, termasuk Jepang, Belanda, dan Finlandia, sempat dinonaktifkan sementara sebagai langkah antisipasi.
Sebagaimana dilaporkan dalam pemberitaan The Indian Express, tindakan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko serangan selama proses pembaruan keamanan berlangsung.
Namun, penting dipahami bahwa website yang dinonaktifkan sementara tidak selalu berarti telah berhasil diretas. Dalam banyak kasus, penghentian layanan merupakan langkah pencegahan sebelum serangan terjadi.
Apa Dampak PHP2Shell bagi Keamanan Website?
PHP banyak digunakan sebagai teknologi di balik website dan aplikasi web, termasuk platform seperti WordPress dan framework Laravel.
Karena PHP berjalan di sisi server, kerentanan pada komponen intinya dapat menimbulkan risiko yang serius apabila tidak segera ditangani.
Risiko Pencurian dan Perubahan Data
Jika hacker berhasil mengeksploitasi PHP2Shell, mereka berpotensi mengakses informasi yang tersimpan di server.
Informasi tersebut dapat mencakup database, kredensial, atau data sensitif lainnya yang dapat dijangkau oleh proses website.
Selain membaca informasi, penyerang juga berpotensi mengubah atau menghapus data.
Risiko Pengambilalihan Server Website
Salah satu ancaman terbesar PHP2Shell adalah kemungkinan penyerang menjalankan kode berbahaya tanpa harus melakukan login.
Hal ini memungkinkan hacker melakukan aktivitas yang tidak diizinkan, termasuk memasang malware atau membuat akses tersembunyi ke sistem.
Namun, tingkat dampaknya tetap bergantung pada konfigurasi server, hak akses proses PHP, dan kondisi sistem yang diserang.
Menurut Sophos, kerentanan ini memungkinkan eksekusi kode dengan hak akses yang dimiliki akun web server.
Bagaimana AI Berperan dalam Penemuan PHP2Shell?
Ada hal menarik di balik terungkapnya PHP2Shell: penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penelitian keamanan siber.
Peneliti keamanan dari Wiz memanfaatkan sejumlah model AI untuk membantu menemukan dan menganalisis kerentanan PHP.
Google Cloud menjelaskan bahwa teknologi AI, termasuk Gemini, berkontribusi dalam proses identifikasi kerentanan, pengembangan metode pengujian, deteksi serangan, serta validasi perbaikan keamanan.
Di sisi lain, perusahaan keamanan Calif juga dilaporkan menemukan salah satu kerentanan menggunakan bantuan model AI dari OpenAI.
AI Membantu Menemukan Celah, tetapi Juga Berpotensi Disalahgunakan
Penggunaan AI menunjukkan bagaimana teknologi ini dapat membantu peneliti menganalisis permasalahan keamanan yang kompleks.
Proses yang sebelumnya membutuhkan analisis panjang dapat dibantu dengan kemampuan AI dalam menelusuri dan memahami kode.
Namun, kemampuan serupa juga berpotensi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mempercepat pengembangan metode serangan.
Karena itu, perkembangan AI dalam keamanan siber membawa dua sisi yang perlu dipahami: membantu menemukan dan memperbaiki kerentanan, sekaligus berpotensi meningkatkan kemampuan penyerang.
Versi PHP Apa Saja yang Terpengaruh PHP2Shell?
Tim pengembang PHP telah merilis pembaruan keamanan pada 21 Oktober 2026 untuk menangani kedua kerentanan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Google Cloud, berikut versi PHP yang sudah mendapatkan perbaikan:
| Cabang PHP | Versi yang Sudah Diperbaiki |
|---|---|
| PHP 8.5 | 8.5.12 atau lebih baru |
| PHP 8.4 | 8.4.27 atau lebih baru |
| PHP 8.3 | 8.3.36 atau lebih baru |
| PHP 8.2 | 8.2.35 atau lebih baru |
| PHP 8.1 dan sebelumnya | Perlu migrasi ke cabang PHP yang didukung |
PHP 8.1 dan versi yang lebih lama sudah melewati masa dukungan reguler. Karena itu, pengguna versi tersebut disarankan melakukan migrasi ke versi PHP yang masih didukung dan telah menerima perbaikan keamanan.
Sumber: Google Cloud – Responding to Core PHP Vulnerabilities.
Bagaimana Cara Melindungi Website dari PHP2Shell?
Bagi pengelola website, langkah paling penting adalah memastikan PHP yang digunakan sudah mendapatkan pembaruan keamanan.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
Periksa versi PHP yang digunakan. Pastikan website berjalan menggunakan versi yang telah menerima perbaikan keamanan PHP2Shell.
Segera lakukan pembaruan PHP. Gunakan rilis PHP yang sudah diperbaiki sesuai cabang versi yang didukung.
Periksa lingkungan server. Pastikan pembaruan tidak hanya dilakukan pada website utama, tetapi juga pada layanan lain yang menggunakan PHP.
Pantau aktivitas yang mencurigakan. Periksa kemungkinan perubahan file, aktivitas proses yang tidak biasa, atau indikasi akses tidak sah.
Pertimbangkan penghentian sementara layanan jika diperlukan. Apabila pembaruan belum dapat dilakukan, membatasi akses terhadap layanan yang rentan dapat membantu mengurangi risiko.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan rekomendasi keamanan yang diterbitkan oleh Sophos dan Google Cloud.
Perlu diingat, menggunakan WordPress, Laravel, atau teknologi berbasis PHP lainnya tidak otomatis berarti website sudah berhasil diretas. Risiko perlu dinilai berdasarkan versi PHP, konfigurasi, dan kondisi keamanan server.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apakah PHP2Shell Bisa Menyerang Semua Website?
Tidak semua website terdampak. PHP2Shell berkaitan dengan kerentanan pada PHP, sehingga website atau aplikasi yang menggunakan versi PHP rentan perlu mendapatkan perhatian. Website yang menggunakan versi PHP yang telah diperbaiki memiliki perlindungan terhadap kedua celah tersebut.
2. Apakah Website WordPress dan Laravel Rentan terhadap PHP2Shell?
Website WordPress dan aplikasi Laravel menggunakan PHP, sehingga keamanannya juga bergantung pada versi PHP yang berjalan di server. Pengelola perlu memastikan PHP sudah diperbarui ke versi yang telah mendapatkan perbaikan keamanan.
3. Apakah AI Menjadi Penyebab Munculnya PHP2Shell?
Tidak. Kerentanan PHP2Shell berasal dari permasalahan pada kode PHP yang sudah ada sebelumnya. AI digunakan untuk membantu menemukan dan menganalisis celah tersebut. Namun, AI juga berpotensi mempercepat pengembangan metode eksploitasi.
Memahami Keamanan Website dan Pemrograman PHP
Kasus PHP2Shell memperlihatkan bahwa keamanan website tidak hanya bergantung pada fitur atau tampilan yang terlihat oleh pengguna. Teknologi yang bekerja di balik sebuah website, termasuk bahasa pemrograman dan lingkungan server, juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sistem.
Bagi siapa pun yang tertarik mempelajari web development, memahami cara kerja PHP, pengelolaan server, dan dasar-dasar keamanan aplikasi web dapat menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan pemrograman.
Di Koding Akademi, kami mengajak kamu untuk terus mengembangkan pemahaman tentang dunia coding dan teknologi, termasuk bagaimana aplikasi web dibangun dan dikelola.
Ingin memahami dunia pemrograman dan pengembangan website lebih dalam? Belajar bersama kami di Koding Akademi dan temukan informasi pembelajaran yang sesuai dengan minatmu.