Article • 17 October 2026

Pelatihan AI Perusahaan Jakarta untuk Strategi Bisnis

Oleh : Wahyu Yudistira

Pelatihan AI Perusahaan Jakarta untuk Strategi Bisnis

Perusahaan di Jakarta sudah mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari pemasaran, analisis pelanggan, hingga pengambilan keputusan. Namun, pemanfaatannya belum selalu optimal. Berdasarkan riset AWS tahun 2026, sebanyak 40% bisnis di Indonesia telah mengadopsi AI, tetapi hanya 12% dari perusahaan pengadopsi yang sudah mengintegrasikannya secara penuh ke dalam operasional dan strategi bisnis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan bukan lagi sekadar mengenal teknologi AI, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara efektif. Karena itu, pelatihan AI perusahaan Jakarta menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk membantu karyawan mengembangkan keterampilan digital dan memanfaatkan AI dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Seberapa Banyak Perusahaan yang Sudah Menggunakan AI?

Penggunaan AI di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Semakin banyak perusahaan mulai memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung aktivitas operasional maupun pengembangan bisnis.

Menurut laporan Unlocking Indonesia's AI Potential dari Amazon Web Services (AWS), tingkat adopsi AI pada bisnis di Indonesia meningkat dari 28% pada 2025 menjadi 40% pada 2026.

Meski begitu, meningkatnya adopsi AI tidak selalu berarti perusahaan sudah mampu memaksimalkan manfaat teknologi tersebut.

Banyak Perusahaan Masih dalam Tahap Eksperimen

Dalam laporan AWS tahun 2026, terdapat beberapa temuan menarik mengenai tingkat kematangan penggunaan AI di Indonesia:

  • 40% bisnis di Indonesia telah mengadopsi AI.
  • 56% perusahaan pengadopsi AI masih berada pada tahap eksplorasi atau eksperimen.
  • Hanya 12% pengadopsi AI yang sudah mengintegrasikan teknologi tersebut secara penuh.
  • Sebanyak 24% perusahaan pengadopsi AI telah memiliki strategi AI formal.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara menggunakan AI dan menjadikannya bagian dari strategi perusahaan.

Sebagai contoh, karyawan mungkin sudah menggunakan ChatGPT untuk membuat ringkasan atau mencari ide. Namun, penggunaan tersebut belum tentu terhubung dengan proses analisis penjualan, riset pasar, maupun penyusunan keputusan bisnis.

Perlu dicatat bahwa data AWS tersebut menggambarkan kondisi bisnis secara nasional, bukan persentase khusus perusahaan di Jakarta.

Penggunaan AI oleh Karyawan Semakin Umum

Perkembangan AI tidak hanya terlihat dari tingkat perusahaan, tetapi juga dari kebiasaan karyawan dalam bekerja.

Survei PwC terhadap 812 pekerja Indonesia yang dipublikasikan pada Februari 2026 menemukan bahwa:

  • 69% responden pernah menggunakan AI dalam pekerjaan selama satu tahun terakhir.
  • 16% responden menggunakan generative AI setiap hari.
  • Sebanyak 96% pengguna generative AI harian melaporkan manfaat produktivitas, dibandingkan 75% pada pengguna yang jarang menggunakan AI.

Temuan ini menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi penggunaan AI dan manfaat produktivitas yang dirasakan pekerja.

Namun, agar penggunaannya lebih terarah, perusahaan tetap perlu membekali karyawan dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka.

Bagaimana Perusahaan Menggunakan AI untuk Bisnis?

AI tidak hanya digunakan oleh perusahaan teknologi. Berbagai sektor bisnis juga mulai memanfaatkannya untuk memahami pelanggan, mengolah informasi, dan meningkatkan efisiensi pekerjaan.

Beberapa perusahaan Indonesia telah memperlihatkan contoh penerapan AI dalam aktivitas bisnis mereka.

Erajaya Menggunakan AI untuk Layanan Pelanggan

Erajaya Group menggunakan generative AI untuk mendukung layanan pelanggan melalui chatbot serta teknologi semantic search yang membantu pengguna menemukan produk secara lebih relevan.

Dalam studi kasus Google Cloud, perusahaan ini juga menghubungkan pengembangan integrasi data dengan strategi pemasaran.

Contoh tersebut menunjukkan bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengalaman pelanggan sekaligus kebutuhan bisnis.

Vidio Memanfaatkan AI untuk Segmentasi Audiens

Vidio menggunakan machine learning untuk memberikan rekomendasi konten dan membantu segmentasi audiens periklanan.

Melalui pemanfaatan data pelanggan, tim sales dapat membantu pengiklan mengidentifikasi segmen audiens yang sesuai dengan kebutuhan kampanye.

Selain itu, Gemini juga digunakan untuk mendukung pekerjaan internal, termasuk penyusunan presentasi penjualan.

Populix Mempercepat Proses Riset Pasar

Perusahaan riset pasar Populix menjadi contoh penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi penelitian.

Berdasarkan studi kasus Google Cloud, penggunaan teknologi AI membantu Populix mempercepat proses penelitian end-to-end lebih dari 50% serta mengurangi waktu quality assurance sebesar 40%.

Ketiga contoh tersebut memperlihatkan bahwa AI dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan bisnis. Meski demikian, keberhasilan pada satu perusahaan tidak otomatis menghasilkan dampak yang sama pada perusahaan lainnya.

Mengapa Perusahaan Masih Membutuhkan Pelatihan AI?

Walaupun AI semakin banyak digunakan, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterampilan karyawan, kesiapan data, dan kemampuan mengukur hasil.

Keterampilan AI Masih Menjadi Hambatan

Menurut riset AWS tahun 2026, sebanyak 56% organisasi yang disurvei mengidentifikasi kekurangan keterampilan AI dan digital sebagai salah satu hambatan dalam mengadopsi atau memperluas penggunaan AI.

Riset tersebut juga menemukan bahwa di antara perusahaan pengadopsi AI:

  • 21% memiliki tata kelola data.
  • 17% memiliki kerangka responsible AI.
  • 19% memiliki kerangka pengukuran keberhasilan implementasi yang jelas.

Artinya, perusahaan tidak cukup hanya menyediakan akses ke teknologi AI. Karyawan juga perlu memahami cara menghasilkan informasi yang tepat, memvalidasi hasil analisis, serta menggunakan data secara bertanggung jawab.

Penggunaan AI Belum Selalu Berdampak pada Pendapatan

Survei CEO PwC ke-29 yang dirilis pada Maret 2026 menemukan bahwa 22% CEO Indonesia melaporkan peningkatan pendapatan dari AI dalam 12 bulan sebelumnya, sedangkan 28% melaporkan penurunan biaya. Sebanyak 10% melaporkan kedua manfaat tersebut.

Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan AI belum tentu langsung menghasilkan pertumbuhan pendapatan.

Perusahaan tetap membutuhkan strategi implementasi, kesiapan data, dan kemampuan karyawan untuk menerjemahkan hasil analisis AI menjadi tindakan bisnis.

Karena itu, pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan pekerjaan menjadi penting agar penggunaan AI tidak berhenti pada aktivitas mencoba berbagai tools.

Peluang AI untuk Tim Sales dan Marketing

Salah satu bidang yang relevan dengan penerapan AI adalah Sales dan Marketing.

Survei Salesforce terhadap 150 pemimpin bisnis Indonesia pada November 2024 menemukan bahwa 77% responden sudah menggunakan atau bereksperimen dengan AI.

Dalam survei tersebut, beberapa penggunaan AI yang menonjol meliputi pencarian informasi berbasis teks, optimalisasi kampanye marketing, dan pemberian rekomendasi otomatis kepada pelanggan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan AI mulai berhubungan langsung dengan aktivitas pemasaran dan pengelolaan pelanggan.

Bagi tim Sales dan Marketing, AI dapat membantu berbagai pekerjaan, seperti memahami karakteristik pasar, membandingkan kompetitor, menganalisis pola penjualan, dan menyusun strategi pendekatan pelanggan.

Namun, hasil analisis AI tetap perlu diperiksa menggunakan data yang relevan. AI dapat membantu proses analisis, tetapi keputusan bisnis tetap membutuhkan penilaian manusia.

Mengembangkan Keterampilan AI untuk Kebutuhan Bisnis

Melihat perkembangan tersebut, perusahaan perlu mulai mempertimbangkan bagaimana keterampilan AI dapat dikembangkan secara lebih terarah.

Pelatihan AI yang relevan dengan kebutuhan bisnis tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi. Pembelajaran juga perlu menghubungkan penggunaan AI dengan aktivitas nyata, seperti analisis informasi, pemahaman kondisi pasar, dan penyusunan strategi.

Salah satu pendekatannya adalah melalui AI for Sales & Market Intelligence, program pelatihan dua hari dari Koding Akademi yang berfokus pada penerapan AI untuk mendukung analisis pasar, kompetitor, data penjualan, dan strategi bisnis.

Program ini dirancang untuk membantu peserta memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung dalam mengolah informasi dan menyusun keputusan bisnis yang lebih terarah.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran AI tidak hanya berhenti pada kemampuan menggunakan tools, tetapi juga diarahkan pada penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah perusahaan di Jakarta sudah banyak menggunakan AI?

Sejumlah perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta sudah menerapkan AI untuk kebutuhan bisnis. Namun, belum tersedia data representatif khusus DKI Jakarta dalam informasi yang dibahas. Sebagai gambaran nasional, AWS mencatat bahwa 40% bisnis Indonesia telah mengadopsi AI pada 2026.

2. Mengapa perusahaan masih membutuhkan pelatihan AI?

Karena menggunakan AI tidak sama dengan mampu mengimplementasikannya secara efektif. Riset AWS 2026 menunjukkan bahwa 56% organisasi yang disurvei masih menghadapi hambatan keterampilan AI dan digital. Pelatihan dapat membantu karyawan memahami penggunaan AI yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

3. Apa manfaat AI untuk Sales dan Marketing?

AI dapat membantu tim Sales dan Marketing dalam melakukan riset pasar, menganalisis kompetitor, memahami pola penjualan, dan menyusun strategi bisnis. Namun, hasil analisis tetap perlu divalidasi agar keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang relevan.

Saatnya Memanfaatkan AI untuk Strategi Bisnis

Perkembangan AI telah membuka peluang bagi perusahaan untuk bekerja lebih efisien dan memahami bisnis melalui data. Namun, tingginya penggunaan AI belum tentu menunjukkan bahwa teknologi tersebut sudah dimanfaatkan secara optimal.

Perusahaan membutuhkan keterampilan yang tepat agar AI tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan sederhana, tetapi juga dapat membantu analisis pasar, strategi penjualan, dan pengambilan keputusan.

Melalui program AI for Sales & Market Intelligence, kami di Koding Akademi mengajak perusahaan dan tim profesional untuk mengembangkan pemahaman serta keterampilan dalam menerapkan AI untuk kebutuhan bisnis.

Ingin memahami bagaimana AI dapat membantu pekerjaan tim Sales dan Marketing? Belajar bersama kami di Koding Akademi dan pelajari lebih lanjut mengenai program pelatihan AI untuk perusahaan melalui www.kodingakademi.id.

Share this post

KELAS TERKAIT

Jelajahi Kursus Terkait

MARI MULAI BERSAMA

Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak Anda

Daftarkan sekarang untuk trial class atau konsultasi dengan tim kami.

Logo Koding Akademi

Koding Akademi

Online

Today