Bayangkan sebuah arena di mana ratusan anak SD berdiri percaya diri di depan layar komputer. Mereka menjelaskan aplikasi buatan sendiri kepada pengunjung, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai pencipta teknologi. Inilah yang terjadi di Ciputra World Surabaya pada Sabtu, 18 Juli 2026 lalu.
IMPACT Fest 2026 atau Innovation Makers, Programming, Accelerate, Coding and Technology bukan sekadar lomba coding biasa. Festival ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak Surabaya, termasuk dari sekolah inklusi, mampu menciptakan solusi teknologi yang bermakna untuk masa depan.
Lebih dari 200 siswa dari 14 sekolah, terdiri atas sembilan sekolah umum dan lima sekolah inklusi, menampilkan karya inovatif mereka. Dari aplikasi penerjemah bahasa isyarat berbasis AI hingga robot yang bisa mendeteksi sampah, semuanya dibuat oleh anak-anak yang baru belajar coding beberapa tahun terakhir.
Di balik semua ini, ada satu nama yang sudah konsisten membangun ekosistem pendidikan coding untuk anak-anak Indonesia sejak 2022, yaitu Koding Akademi.
Daftar Isi
- Apa Itu IMPACT Fest 2026?
- 5 Kategori Kompetisi yang Dipertandingkan
- Kisah Juara: Aplikasi Bahasa Isyarat Buatan Siswa SD
- Peran Koding Akademi dalam Membangun Ekosistem Ini
- Mengapa Sekolah Inklusi Juga Ikut?
- Dampak Nyata Program Literasi Digital sejak 2022
- Apa Kata Mereka?
- Ingin Anak Anda Ikut Berprestasi?
Apa Itu IMPACT Fest 2026?
IMPACT Fest 2026 adalah festival coding dan robotika yang diselenggarakan oleh Wismilak Foundation bersama Koding Akademi, dengan dukungan Pemerintah Kota Surabaya. Acara ini digelar di atrium V-Junction lantai 3 Ciputra World Surabaya pada 18 Juli 2026.
Tema yang diusung tahun ini adalah "Supporting a Better Future" dengan fokus pada pengembangan teknologi untuk mendukung keberlanjutan, energi terbarukan, pengurangan kesenjangan, dan pengelolaan sampah.
Program ini merupakan kelanjutan Aksi Literasi Digital Wismilak yang telah berjalan sejak 2022 melalui kolaborasi dengan Koding Akademi dan Pemerintah Kota Surabaya. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.600 peserta dari 32 sekolah dan mitra di lebih dari tujuh kota di Jawa Timur.
5 Kategori Kompetisi yang Dipertandingkan
Para peserta menampilkan karya pada empat kategori kompetisi, yakni Coding Explorer, 3D Game Programming, Robotic Explorer, dan Young Innovator. Selain itu, ada kategori khusus SDGs Inclusive Innovators bagi sekolah inklusi.
1. Coding Explorer
Kategori untuk siswa yang baru memulai perjalanan coding. Peserta menampilkan proyek pemrograman dasar yang mereka kembangkan selama mengikuti program literasi digital.
2. 3D Game Programming
Di kategori ini, siswa mendesain dan membangun game 3D mereka sendiri.
3. Robotic Explorer
Kategori robotika di mana siswa merancang, membangun, dan memprogram robot untuk menyelesaikan tantangan tertentu.
4. Young Innovator
Kategori di mana siswa mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi untuk masalah nyata. Pemenang tahun ini adalah sebuah aplikasi bahasa isyarat berbasis AI yang dibuat oleh lima siswa SD.
5. SDGs Inclusive Innovators
Kategori khusus bagi sekolah inklusi, membuktikan bahwa pendidikan coding dan teknologi adalah hak semua anak tanpa terkecuali.
Kisah Juara: Aplikasi Bahasa Isyarat Buatan Siswa SD
Inilah cerita yang paling menginspirasi dari IMPACT Fest 2026.
Lima siswa dari SD Negeri Trenggilis Mejoyo 1 Surabaya, yaitu Shauqi, Siraj, Shaka, Aghna, dan Sean, berhasil meraih juara pertama kategori Young Innovator dengan aplikasi Sign Language Translator. Mereka adalah siswa kelas 5 dan 6 SD.
Apa yang Mereka Buat?
Aplikasi ini adalah platform edukasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu masyarakat mempelajari bahasa isyarat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Ada tiga fitur utama yang saling melengkapi.
Daily Communication, yaitu media belajar berbagai gerakan Bahasa Isyarat Indonesia (BASINDO) yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Cara bekerjanya menggunakan tangan, lalu aplikasi menerjemahkan artinya.
Classroom Assistant, yaitu fitur tanya jawab interaktif mengenai sign language translator dengan SIBI. Ada soal-soal yang bisa dijawab menggunakan tangan. Kalau jawaban benar akan mendapatkan poin, kalau salah tidak.
Understand Feeling, yaitu fitur yang membantu pengguna memahami perasaan dan tantangan yang dihadapi penyandang tunarungu maupun tunawicara. Misalnya, ketika seseorang sedang marah, pengguna cukup menekan ikon emosi dan aplikasi akan menjelaskan apa yang dirasakan.
Berapa Lama Prosesnya?
Proses pengembangan aplikasi berlangsung sekitar tiga bulan dengan pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim. Ide pembuatan aplikasi lahir dari keresahan terhadap masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai bahasa isyarat.
Menurut Aghna, perwakilan tim, mereka belajar sendiri dari internet dan jurnal, serta dibimbing oleh guru pembimbing mereka, Aris Putri Yosika.
"Penerjemah bahasa isyarat, kita belajar sendiri dan diajari sama guru pembimbing. Idenya liat dari Google dan dibantu AI. Dulu awal-awal susah banyak error-nya karena kan baru pertama kali belum ngerti juga."
Aghna, perwakilan tim SDN Trenggilis Mejoyo 1
"Karena menurut kami kurangnya pemahaman masyarakat terhadap bahasa isyarat. Lalu, hambatan komunikasi dengan teman tuna rungu dan tuna netra karena media pembelajaran yang interaktif masih terbatas dan kurang empati terhadap penyandang disabilitas."
Tim SDN Trenggilis Mejoyo 1
Bagaimana Peran Guru Pendamping?
Pendampingan proyek dilakukan sejak Februari 2026. Menurut Aris Putri Yosika, keikutsertaan siswa dalam lomba berawal dari besarnya minat mereka terhadap dunia coding. Kebetulan salah satu siswa mendapat beasiswa dari Koding Akademi, lalu dari situ sekolah menjaring anak-anak lainnya.
"Di sekolah juga belum ada ekskul coding ini tapi kebetulan ada lomba ini akhirnya ya kami mentraining anak-anak untuk bisa ikut. Kebetulan sudah ada bibitnya kan sehingga kami kembangkan."
Aris Putri Yosika, Guru SDN Trenggilis Mejoyo 1
"Kalau saat ini anak-anak eranya teknologi jadi untuk di coding sangat antusias. Apalagi, di kelas saya mengajar anak-anak sudah minta diajarkan coding."
Aris Putri Yosika, Guru SDN Trenggilis Mejoyo 1
Memasuki tiga bulan terakhir menjelang kompetisi, para siswa rutin berkumpul setiap Jumat sepulang sekolah untuk menyempurnakan aplikasi. Menurut Aris, orangtua siswa juga mendukung penuh kegiatan ini.
Peran Koding Akademi dalam Membangun Ekosistem Ini
IMPACT Fest 2026 bukan lahir dari ruang kosong. Festival ini adalah puncak dari perjalanan panjang yang dimulai sejak 2022.
Melalui Program Aksi Literasi Digital Wismilak, Koding Akademi telah menjadi mitra utama dalam mendampingi sekolah-sekolah di Surabaya dan Jawa Timur untuk belajar coding dan robotika. Kolaborasi ini berjalan bersama Wismilak Foundation dan Pemerintah Kota Surabaya.
"Ketika kami memulai program ini pada tahun 2022, kami hanya mendampingi beberapa sekolah untuk belajar coding dan robotika. Seiring waktu, antusiasme sekolah dan para siswa terus meningkat."
Anak Agung Gde Rai Adi Putra Sanjaya, Founder Koding Akademi
Angka yang Berbicara
| Pencapaian | Jumlah |
|---|---|
| Total peserta program sejak 2022 | 1.600+ siswa |
| Sekolah dan mitra yang bekerja sama | 32 sekolah |
| Kota dan wilayah di Jawa Timur | 7+ kota |
| Peserta IMPACT Fest 2026 | 200+ siswa |
| Sekolah yang berpartisipasi | 14 sekolah |
Bagaimana Koding Akademi Mendampingi Sekolah?
Pendampingan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Guru-guru di sekolah dilatih, siswa mendapat kurikulum yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, dan hasilnya dipamerkan di ajang seperti IMPACT Fest.
Seperti yang dijelaskan oleh Aris Putri Yosika, guru pendamping dari SDN Trenggilis Mejoyo 1.
"Kebetulan salah satu dari siswa ini yang kebetulan dapat beasiswa dari Koding Akademi. Jadi, dari situ kita jaring anak-anak lainnya. Ternyata banyak anak-anak yang minat di coding ini, kami satukan dalam satu tim."
Aris Putri Yosika, Guru SDN Trenggilis Mejoyo 1
Mengapa Sekolah Inklusi Juga Ikut?
Salah satu hal paling istimewa dari IMPACT Fest 2026 adalah kehadiran lima sekolah inklusi yang berpartisipasi setara dengan sekolah umum. Kategori SDGs Inclusive Innovators dirancang khusus untuk memastikan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga mendapat panggung yang sama untuk berinovasi.
"Pada prinsipnya, keterlibatan dan harmonisasi banyak pihak untuk mendukung dunia pendidikan sangat esensial dilakukan, untuk memastikan seluruh anak di Indonesia mendapatkan hak dalam memperoleh pendidikan yang inklusif serta berkualitas."
Anastesya Ftaraya, Perwakilan Wismilak Foundation
Wismilak Foundation juga hadir di acara Walk for Autism 2026 yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International East Java, Universitas Negeri Surabaya, serta Dharma Wanita dan PKK Provinsi Jawa Timur. Di acara tersebut, Wismilak Foundation memberikan paket buku bacaan untuk 30 perpustakaan sekolah di Surabaya, termasuk sekolah inklusi.
Dampak Nyata Program Literasi Digital sejak 2022
Program Aksi Literasi Wismilak sendiri telah berjalan sejak 2015 dengan dua fokus utama, yaitu AksiLiterasi Membaca dan AksiLiterasi Digital. Secara konsisten, Wismilak Foundation menjalankan program ini dengan menyediakan buku bacaan untuk perpustakaan serta menyediakan program pendidikan digital untuk sekolah.
Untuk program digital, Koding Akademi dan Wismilak Foundation baru memulai pendampingan coding dan robotika pada 2022 dengan beberapa sekolah di Surabaya. Empat tahun kemudian, hasilnya sudah terlihat.
- 1.600+ siswa telah belajar coding dan robotika
- 32 sekolah menjadi mitra program
- 7+ kota di Jawa Timur tersentuh program ini
- Sekolah umum dan inklusi terlibat aktif
- Siswa SD mampu membuat aplikasi berbasis AI yang memenangkan kompetisi
"Agenda ini menjadi momentum untuk memberikan panggung kepada mereka agar hasil pembelajaran yang telah mereka kembangkan dapat diapresiasi oleh masyarakat luas sekaligus menginspirasi lebih banyak sekolah untuk mulai mengembangkan pendidikan teknologi."
Anak Agung Gde Rai Adi Putra Sanjaya, Founder Koding Akademi
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain Wismilak Foundation dan Koding Akademi, dukungan datang dari berbagai pihak termasuk Jamu IBOE sebagai Impact Partner.
"Kami percaya bahwa mempersiapkan generasi masa depan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Agenda ini menjadi contoh bagaimana dunia usaha, pendidikan, dan pemerintah dapat bersama-sama menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi mereka."
Perry Angglishartono, Product Group Manager Jamu IBOE
Apa Kata Mereka?
Dari Pemerintah
"Kolaborasi seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap semakin banyak anak-anak Surabaya yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan coding, robotika, dan inovasi sehingga siap menghadapi tantangan masa depan."
Iis Hendro Gunawan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Jawa Timur
Dari Wismilak Foundation
"Pendidikan coding dan teknologi merupakan bekal penting bagi generasi masa depan. Melalui IMPACT Fest 2026, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk berani berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan solusi bagi negeri."
Anastesya Ftaraya, Perwakilan Wismilak Foundation
Dari Guru Pendamping
"Ya lebih mudah mengajari anak-anak karena sudah pegang hp untuk main game yang sebenarnya itu bisa jadi coding."
Aris Putri Yosika, Guru SDN Trenggilis Mejoyo 1
Ingin Anak Anda Ikut Berprestasi?
Cerita lima siswa SD yang membuat aplikasi AI bukan keajaiban. Ini adalah hasil dari ekosistem yang tepat, yaitu guru yang mendampingi, kurikulum yang terstruktur, dan platform untuk menunjukkan karya.
Di Koding Akademi, kami percaya setiap anak punya potensi untuk menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna. Dengan program yang dirancang khusus untuk anak-anak dan remaja, dari tingkat pemula hingga lanjutan, anak Anda bisa memulai perjalanan coding-nya hari ini.
Program yang tersedia:
- Junior Program untuk anak usia 6-12 tahun (Scratch, PictoBlox)
- Senior Program untuk remaja 13-17 tahun (Python, JavaScript, C++)
- Robotics Program belajar coding sambil membangun robot
- Holiday Program selama liburan sekolah
Tersedia di tujuh lokasi, yaitu Denpasar, Gianyar, Banyuwangi, Jember, Sidoarjo, Surabaya Citraland, dan Surabaya Tenggilis.
Atau hubungi kami via WhatsApp untuk konsultasi gratis tentang program yang cocok untuk anak Anda.