Article • 16 September 2025

Blok Kode Scratch yang Sering Digunakan

Oleh : Ni Putu Nadila Supardan

Blok Kode Scratch yang Sering Digunakan

Kalau kamu baru mulai belajar Scratch, kabar baiknya adalah kamu tidak perlu menghafal ratusan perintah. Ada 8 kategori blok kode utama yang paling sering dipakai, yaitu Motion, Looks, Sound, Events, Control, Sensing, Operators, dan Variables. Kuasai kedelapannya, dan kamu sudah bisa membuat animasi, game sederhana, sampai simulasi interaktif — meskipun belum pernah menyentuh dunia pemrograman sebelumnya.

Apa Itu Scratch dan Mengapa Blok Kodenya Penting?

Scratch adalah platform pemrograman visual berbasis blok yang dikembangkan oleh MIT Media Lab. Sampai saat ini, platform ini sudah digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia (sumber: scratch.mit.edu). Salah satu alasan kepopulerannya cukup jelas — Scratch menggunakan sistem drag-and-drop, jadi pengguna bisa langsung fokus belajar logika pemrograman tanpa perlu pusing memikirkan sintaks kode yang rumit.

Di Scratch, semua perintah hadir dalam bentuk blok yang bisa disusun seperti puzzle. Itulah kenapa memahami jenis-jenis blok kodenya menjadi langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan sebelum mengerjakan proyek yang lebih serius.

8 Kategori Blok Kode Scratch dan Fungsinya

Motion

Blok Motion adalah yang paling sering pertama kali dicoba orang — wajar, karena melihat sprite bergerak itu selalu menyenangkan. Blok ini mengendalikan posisi dan arah gerak sprite di layar. Beberapa yang paling sering dipakai:

  • Move 10 Steps, untuk menggerakkan sprite maju sejumlah langkah
  • Turn (derajat), untuk memutar sprite ke kiri atau kanan
  • Go to Random Position, untuk memindahkan sprite ke posisi acak

Blok-blok ini sangat berguna, terutama saat kamu mulai membuat game berbasis pergerakan karakter.

Looks

Kalau Motion mengurus "cara bergerak", maka Looks mengurus "cara terlihat". Blok ini mengatur tampilan sprite maupun backdrop yang muncul di layar. Yang paling umum digunakan:

  • Say "Hello" for 3 Seconds, untuk menampilkan teks dalam gelembung percakapan
  • Next Costume, untuk mengganti kostum sprite sehingga menciptakan efek animasi
  • Show / Hide, untuk menampilkan atau menyembunyikan sprite sesuai kebutuhan

Sound

Proyek Scratch tanpa suara terasa kurang hidup. Di sinilah blok Sound berperan. Ada dua blok utama yang perlu kamu bedakan:

  • Play Sound (until done), yang memutar suara sampai selesai sebelum lanjut ke blok berikutnya
  • Start Sound, yang memutar suara tanpa menghentikan eksekusi blok lain yang sedang berjalan

Perbedaan keduanya terlihat kecil, tapi bisa berdampak besar pada timing program yang kamu buat.

Events

Bayangkan blok Events sebagai "tombol start" dari sebuah program. Blok ini yang memberitahu Scratch kapan sebuah skrip harus mulai dijalankan. Dua blok yang hampir selalu muncul di setiap proyek:

  • When Green Flag Clicked, sebagai titik awal yang paling umum dipakai di hampir semua proyek Scratch
  • Broadcast (pesan), untuk mengirim sinyal antar-sprite agar mereka bisa berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain

Control

Ini salah satu kategori terpenting. Blok Control adalah yang membuat programmu punya "otak" — menentukan kapan sesuatu diulang, kapan berhenti, dan kapan harus mengecek kondisi tertentu. Beberapa blok krusialnya:

  • Wait (detik), untuk memberi jeda sebelum blok berikutnya dijalankan
  • Repeat (n), untuk mengulang perintah sebanyak n kali
  • Forever, untuk menjalankan perintah terus-menerus selama program masih berjalan
  • If...Then / If...Then...Else, untuk menerapkan kondisi logika

Sensing

Kalau kamu ingin sprite-mu bisa "merasakan" apa yang ada di sekitarnya, blok Sensing adalah jawabannya. Beberapa contoh penggunaannya:

  • Touching (color)? mendeteksi apakah sprite menyentuh warna tertentu, sangat sering dipakai dalam game platformer
  • Distance to (sprite)? mengukur jarak antar-sprite
  • Ask and Wait, untuk meminta input dari pengguna, cocok untuk membuat kuis interaktif

Operators

Di balik sistem skor, tingkat kesulitan, atau variasi gameplay, hampir selalu ada blok Operators yang bekerja di belakang layar. Fungsinya mencakup:

  • Add / Subtract / Multiply / Divide untuk operasi aritmatika dasar
  • And / Or / Not sebagai operator logika boolean
  • Pick Random (1 to 10) untuk menghasilkan angka acak, berguna banget untuk menciptakan variasi dalam gameplay

Variables

Terakhir, ada blok Variables yang bertugas membuat program "mengingat" informasi selama berjalan. Tanpa variabel, game tidak bisa mencatat skor, dan quiz tidak bisa mengingat jawaban pengguna. Blok yang paling sering dipakai:

  • Set Variable to (nilai), untuk menentukan nilai awal sebuah variabel
  • Change Variable by (n), untuk menambah atau mengurangi nilainya
  • Show / Hide Variable, untuk menampilkan atau menyembunyikan variabel di layar, misalnya untuk menampilkan skor pemain

Manfaat Nyata Menguasai Blok Kode Scratch

Belajar Scratch bukan sekadar belajar menggerakkan sprite di layar. Menurut penelitian dari MIT Media Lab, anak-anak yang belajar Scratch mengembangkan kemampuan computational thinking — keterampilan yang diakui oleh UNESCO dan ISTE (International Society for Technology in Education) sebagai salah satu kompetensi penting di abad ke-21.

Secara lebih konkret, inilah yang berkembang saat kamu belajar Scratch:

  • Logika berpikir terstruktur, lewat kebiasaan menyusun blok secara berurutan dan terencana
  • Kreativitas, dalam merancang tampilan, alur cerita, dan mekanisme proyek
  • Kemampuan debugging, karena kamu akan terbiasa mencari tahu kenapa program tidak berjalan sesuai rencana

Dengan kombinasi kedelapan kategori blok tadi, kamu sudah punya bekal untuk membangun game sederhana, animasi cerita, hingga simulasi sains yang interaktif.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah Scratch cocok untuk pemula yang belum pernah belajar coding sama sekali?

Ya, sangat cocok. Scratch memang dirancang untuk pemula, termasuk anak-anak mulai usia 8 tahun. Karena berbasis drag-and-drop, kamu tidak perlu khawatir soal sintaks — fokusnya langsung ke logika dan kreativitas.

Apakah Scratch bisa digunakan untuk membuat game yang sesungguhnya?

Bisa, dalam skala tertentu. Scratch cukup mumpuni untuk membuat game 2D interaktif seperti platformer, puzzle, atau kuis. Tapi untuk game yang lebih kompleks atau berbasis 3D, kamu memang perlu melangkah ke bahasa pemrograman lanjutan seperti Python atau JavaScript.

Apakah menguasai Scratch membantu belajar bahasa pemrograman lain di masa depan?

Tentu saja. Konsep-konsep di Scratch — variabel, kondisi, perulangan, event — adalah konsep universal yang ada di hampir semua bahasa pemrograman. Tidak heran kalau Scratch sering disebut sebagai "jembatan" menuju Python, JavaScript, dan bahasa lainnya.

Kesimpulan

Delapan kategori blok kode Scratch — Motion, Looks, Sound, Events, Control, Sensing, Operators, dan Variables — bukan sekadar daftar fitur. Masing-masing punya peran, dan kalau digabungkan, mereka bisa membentuk proyek yang benar-benar interaktif dan menarik. Lebih dari itu, mempelajari blok-blok ini berarti kamu sedang membangun fondasi computational thinking yang akan terus berguna dalam perjalanan belajar teknologimu ke depan.

Tertarik untuk belajar Scratch lebih jauh dengan bimbingan langsung dari instruktur berpengalaman? Kamu bisa bergabung di kelas Basic Coding Koding Akademi dan mulai membuat game-mu sendiri dari nol. Cek informasi selengkapnya di kodingakademi.id — tidak ada kata terlalu dini untuk mulai belajar coding!

Share this post

Related Products

Explore Our Courses

Other Posts

Artikel Lainnya

overlay blue
It's Your Time!

Coba Kelas Trial Gratis Sekarang Juga!

Logo Koding Akademi

Koding Akademi

Online

Today