Article • 03 February 2026

Mengurangi Screen Time Anak di Rumah

Oleh : Koding Akademi

Mengurangi Screen Time Anak di Rumah

Perkembangan teknologi membuat layar digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak. Televisi, ponsel, dan tablet sering digunakan sebagai sarana hiburan maupun alat bantu belajar di rumah. Namun, penggunaan layar yang berlebihan dapat berdampak pada fokus, interaksi sosial, hingga perkembangan emosi anak.

Mengurangi screen time anak bukan berarti menjauhkan mereka sepenuhnya dari teknologi. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan alternatif aktivitas yang menarik, menyenangkan, dan memiliki nilai edukatif sehingga anak tidak merasa kehilangan hiburan.

Mengapa Screen Time Perlu Dikelola?

Screen time yang tidak terkontrol dapat membuat anak terbiasa menjadi penonton pasif. Anak cenderung kurang bergerak, kurang berinteraksi, dan jarang dilatih untuk berpikir aktif. Dengan pengelolaan yang tepat, waktu layar dapat dialihkan ke aktivitas yang membantu anak belajar, berpikir, dan berkembang secara alami.

Aktivitas Bermakna Pengganti Screen Time

1. Daily Mission Tanpa Layar

Memberikan tantangan harian atau daily mission dapat menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan pada gadget. Tugas sederhana seperti menyusun benda, merapikan mainan, atau menyelesaikan tantangan kecil membuat anak merasa seperti bermain game tanpa layar. Aktivitas ini melatih fokus, disiplin, dan rasa tanggung jawab.

2. Hands-On Project di Rumah

Aktivitas berbasis proyek, seperti membuat prakarya atau eksperimen sederhana, membantu anak belajar melalui pengalaman langsung. Anak dilatih untuk merencanakan, mencoba, gagal, dan memperbaiki. Proses ini membangun pola pikir logis dan ketekunan yang tidak didapat dari sekadar menonton layar.

3. Creative Talk Time

Mengganti waktu menonton dengan waktu bercerita dan berdiskusi dapat memperkuat kemampuan komunikasi anak. Orang tua dapat mengajak anak menceritakan kegiatan sehari-hari atau membuat cerita imajinatif bersama. Interaksi ini membantu perkembangan bahasa, daya ingat, dan kepercayaan diri.

4. Movement Play

Aktivitas fisik sangat penting untuk menyeimbangkan waktu layar. Permainan sederhana yang melibatkan gerakan membantu anak menyalurkan energi, meningkatkan konsentrasi, dan memperbaiki suasana hati. Anak yang aktif bergerak cenderung tidak terlalu bergantung pada gadget.

5. Problem-Based Play

Permainan berbasis masalah mengajak anak berpikir kritis tanpa bantuan layar. Tantangan sederhana seperti menyusun benda agar tidak jatuh atau mencari solusi dari suatu situasi melatih kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah sejak dini.

Pendekatan yang Tepat untuk Anak

Mengurangi screen time sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang positif, bukan larangan keras. Anak yang terbiasa dengan aktivitas aktif, kreatif, dan menantang akan lebih siap menggunakan teknologi secara bijak di masa depan.

Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran modern yang menekankan pada logika, proses berpikir, dan pemecahan masalah, bukan sekadar konsumsi konten digital.

Jika Anda ingin anak belajar teknologi dengan cara yang tepat dan aktif, ajak mereka belajar coding bersama Koding Akademi. Melalui pembelajaran berbasis proyek dan tantangan seru, anak tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga memahami logika di baliknya.

Kunjungi https://www.kodingakademi.id/ untuk informasi selengkapnya.

Kesimpulan

Mengurangi screen time anak dapat dilakukan secara efektif dengan menyediakan aktivitas bermakna sebagai pengganti. Dengan pendampingan yang tepat, anak tetap bisa belajar, bermain, dan berkembang tanpa ketergantungan pada layar. Keseimbangan antara teknologi dan aktivitas nyata menjadi kunci penting dalam membangun kebiasaan positif untuk masa depan anak.

Share this post

Other Posts

Empowering Your Coding Journey

overlay blue
It's Your Time!

Coba Kelas Trial Gratis Sekarang Juga!

Koding Akademi

Online

Today