Sebuah studi terbaru dari Electronic Entertainment Design and Research menemukan bahwa hampir 70% masyarakat Amerika secara rutin bermain video game. Artinya, besar kemungkinan kamu juga pernah memainkan satu atau dua game. Namun, meskipun jumlah pemain game sangat banyak, hanya sedikit orang yang benar-benar pernah membuat atau memprogram game sendiri.
Padahal, dalam banyak hal, membuat game dengan coding bisa sama menyenangkannya dengan bermain game. Prosesnya pun relatif mudah untuk dipelajari, terutama bagi pemula. Mungkin tujuan kamu adalah menjadi Game Developer profesional di sebuah studio besar, atau sekadar ingin membuat game sederhana yang seru untuk dimainkan sendiri maupun dibagikan ke teman. Apa pun tujuannya, semuanya berawal dari belajar coding.
Platform dan Bahasa Pemrograman untuk Membuat Game
Berikut beberapa platform dan bahasa pemrograman yang cocok untuk pemula yang ingin belajar membuat game:
1. Scratch
Scratch adalah platform yang sangat ideal untuk pemula. Menggunakan antarmuka berbasis blok, Scratch memungkinkan siapa pun membuat logika game tanpa harus menulis kode yang rumit. Walaupun terlihat sederhana, Scratch telah digunakan untuk menciptakan berbagai game yang cukup mengesankan.
Salah satu keunggulan Scratch adalah kamu bisa melihat dan mempelajari kode dari game lain yang dibagikan di platform tersebut. Jika kamu tertarik mempelajarinya secara terstruktur, kamu bisa mengikuti Kursus Basic Coding di Koding Akademi.
2. JavaScript
JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang mendukung sebagian besar interaktivitas di web. Karena sifatnya yang fleksibel dan ringan, JavaScript sangat cocok digunakan untuk membuat game berbasis browser yang dapat dimainkan di komputer maupun ponsel.
Dengan tingginya popularitas game mobile dan web-based game, mempelajari JavaScript bisa menjadi pilihan yang sangat tepat bagi calon game developer pemula.
3. Python
Python dikenal sebagai bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan cepat digunakan. Bahasa ini sering dipakai untuk otomatisasi dan pengembangan aplikasi sederhana.
Walaupun kurang optimal untuk game berskala besar, Python sangat cocok untuk membuat game sederhana dan mempelajari konsep dasar logika pemrograman serta game development.
4. C++
C++ adalah bahasa pemrograman utama yang banyak digunakan dalam game AAA (game dengan anggaran besar dari publisher ternama). Sebagai bahasa yang dikompilasi, C++ memiliki performa yang sangat tinggi dan fleksibilitas yang luas.
Meskipun tidak ramah bagi pemula absolut, C++ sangat layak dipelajari karena banyak game engine populer seperti Unreal Engine dan Unity mendukung bahasa ini.
5. Roblox
Roblox bukan hanya platform untuk bermain game, tetapi juga sarana untuk membuat game sendiri yang bisa dimainkan di PC, Xbox, dan perangkat mobile.
Roblox menggunakan bahasa pemrograman Lua, yaitu bahasa yang ringan dan efisien. Lua mendukung berbagai paradigma pemrograman seperti prosedural, berorientasi objek, fungsional, dan berbasis data. Untuk memulai, kamu hanya perlu mengunduh Roblox Studio yang tersedia secara gratis.
6. Construct 3
Construct 3 adalah game engine 2D yang memungkinkan kamu membuat berbagai jenis game, seperti puzzle, platformer, RPG, shooter, balapan, hingga interactive story.
Keunggulan Construct 3 terletak pada sistem event-based (tanpa banyak coding) serta dukungan Box2D Physics Engine, yang memudahkan pembuatan game berbasis fisika.
Belajar Membuat Game Bersama Koding Akademi
Cara membuat game dari coding untuk pemula bisa kamu pelajari secara terarah di Koding Akademi. Kami menyediakan mentor-mentor berpengalaman yang siap membimbing kamu menjadi seorang Game Developer.
Hubungi kami: +62 812-4643-1155