Article • 13 August 2022

Backend Developer: Skill yang Perlu Dikuasai untuk Menjadi Backend

Oleh : wahyumarketing

Backend Developer: Skill yang Perlu Dikuasai untuk Menjadi Backend

Di era digital ini, situs web dan aplikasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Saking umumnya, kita sering kali menganggap keberadaannya sebagai hal yang biasa. Namun, di balik setiap desain antarmuka yang menarik dan fitur canggih, terdapat kombinasi kode serta teknologi kompleks yang bekerja di belakang layar.

Orang yang bertanggung jawab atas "mesin" di balik layar ini disebut Backend Developer.

Jika peran ini terdengar menarik bagi kamu, ada kabar baik: Backend Developer adalah jenjang karier bergaji tinggi dengan prospek masa depan yang cerah. Lantas, bagaimana cara memulainya? Keterampilan apa saja yang perlu dipelajari? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Backend Developer?

Pengguna tidak berinteraksi langsung dengan backend sebuah aplikasi atau sistem komputer. Bagian ini mencakup teknologi krusial seperti server, database, dan API yang memungkinkan fitur-fitur pada antarmuka pengguna (user interface) dapat berfungsi.

Tugas utama Backend Developer adalah membangun dan memelihara teknologi tersebut. Meskipun pengguna mungkin tidak menyadari keberadaannya, tanpa backend, sebuah situs web atau aplikasi hanyalah tampilan kosong yang tidak dapat berfungsi.


Perbedaan Backend vs Frontend

Penting untuk memahami perbedaan antara dua pilar pengembangan web ini:

  • Frontend Developer: Fokus pada bagian situs web yang dilihat dan berinteraksi langsung dengan pengguna. Saat melakukan coding, mereka harus memikirkan User Experience (UX): Bagaimana tampilan gambar? Apakah situs mudah diakses? Apakah kompatibel di semua browser? Bahasa yang umum digunakan meliputi HTML, CSS, dan JavaScript.

  • Backend Developer: Menyediakan infrastruktur untuk mendukung pekerjaan frontend. Mereka fokus pada logika sistem, keamanan situs, dan manajemen data. Bahasa pemrograman yang sering digunakan meliputi Python, Ruby, PHP, Java, dan Go.

Meskipun memiliki deskripsi pekerjaan berbeda, Frontend dan Backend sering bekerja sama erat untuk menciptakan aplikasi yang fungsional dan ramah pengguna.

Contoh Sederhana: Frontend membuat halaman situs dengan tombol "Lihat Pesanan". Saat pengguna mengklik tombol tersebut, kode yang ditulis oleh Backend akan bekerja mengambil data pesanan yang tepat dari database. Data tersebut kemudian dikirim kembali ke frontend untuk ditampilkan kepada pengguna.

Apa yang Dilakukan Backend Developer?

Setiap perusahaan mungkin memiliki detail pekerjaan (job desk) yang berbeda. Namun, secara umum seorang Backend Developer bertanggung jawab atas tugas-tugas berikut:

  • Pengembangan Infrastruktur: Membangun dan mengembangkan struktur backend untuk situs web dan aplikasi.

  • Pemeliharaan & Perbaikan: Memelihara backend yang sudah ada, memecahkan masalah (troubleshooting), dan memperbaiki bug.

  • Manajemen Server: Mengelola lingkungan hosting dan database.

  • Pengujian QA: Melakukan pengujian kualitas (Quality Assurance) untuk memastikan kode berjalan lancar.

  • Integrasi API: Bekerja sama dengan Frontend Developer untuk mentransfer data secara efisien ke aplikasi sisi klien (client-side).

  • Kolaborasi Tim: Berkolaborasi dengan manajemen produk, pemasaran, atau tim layanan pelanggan untuk mengembangkan solusi teknis.

  • Dokumentasi: Memperbarui dokumentasi terkait arsitektur, proses, dan sistem yang dibangun.


Siap Menjadi Backend Developer?

Setelah memahami peran vital dan tanggung jawab seorang Backend Developer, apakah kamu merasa tertantang untuk terjun ke bidang ini?

Kamu bisa mulai mempelajari skill yang dibutuhkan dengan mengikuti kursus di Koding Akademi. Siapkan dirimu menjadi Backend Developer yang handal bersama mentor berpengalaman

Share this post

Related Products

Explore Our Courses

Other Posts

Artikel Lainnya

overlay blue
It's Your Time!

Coba Kelas Trial Gratis Sekarang Juga!

Koding Akademi

Online

Today