Article • 28 July 2022

Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist

Oleh : Wahyu Yudistira

Perbedaan Data Analyst dan Data Scientist

Secara singkat, seorang Data Analyst bertugas menafsirkan data yang sudah ada untuk membantu perusahaan mengambil keputusan, sementara Data Scientist menciptakan cara, algoritma, dan sistem baru untuk menangkap serta menganalisis data tersebut. Jika kamu tertarik berkarir di dunia Big Data, memahami perbedaan mendasar peran ini adalah langkah awal yang sangat krusial.

Fokus Peran dan Tanggung Jawab

Tugas Harian Seorang Analis Data

Seorang Data Analyst biasanya bekerja dalam tim untuk mengumpulkan data dan mengidentifikasi tren yang bisa membantu pemimpin bisnis membuat strategi yang tepat. Disiplin ini berpusat pada analisis statistik untuk memecahkan masalah. Mereka bertanggung jawab membersihkan data agar siap digunakan, membuang informasi yang tidak relevan, serta menangani data yang hilang (missing data).

Inovasi yang Dilakukan Ilmuwan Data

Di sisi lain, pekerjaan Data Scientist jauh lebih berfokus pada inovasi dan arsitektur data. Daripada sekadar membaca laporan rutin, mereka merancang proses pemodelan data, membangun algoritma, dan membuat model prediktif yang kompleks. Waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk merancang sistem otomatisasi dan kerangka kerja data agar organisasi bisa mengekstrak informasi dengan metode-metode baru.

Perbandingan Job Deskripsi Secara Spesifik

Berdasarkan publikasi industri dari Master’s in Data Science, praktik kerja kedua profesi ini memiliki ruang lingkup teknis yang sangat berbeda.

Spesialisasi Kerja Data Analyst

  • Melakukan permintaan kueri data menggunakan SQL pada basis data relasional.
  • Menganalisis data dan melakukan peramalan (forecasting) menggunakan Excel.
  • Membangun dashboard visual menggunakan perangkat lunak Business Intelligence.
  • Menjalankan berbagai tingkatan analitik, mulai dari analitik deskriptif, diagnostik, prediktif, hingga preskriptif.

Ruang Lingkup Teknis Data Scientist

  • Menghabiskan hingga 60% waktu kerja untuk proses scrubbing atau pembersihan data mendalam.
  • Melakukan data mining tingkat lanjut menggunakan API atau membangun saluran data (ETL pipelines).
  • Menciptakan teknik pemrograman dan otomatisasi—misalnya, melatih model machine learning menggunakan perangkat canggih seperti Tensorflow.
  • Mengembangkan infrastruktur pengolahan Big Data kelas berat menggunakan sistem seperti Hadoop dan Spark.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa poin pembeda paling mendasar dari kedua profesi ini?

Paling gampang mengingatnya begini: analis berupaya memahami dan merapikan data yang sudah tersedia, sedangkan scientist bertugas menciptakan metode atau sistem baru agar data tersebut bisa ditangkap untuk kemudian dianalisis.

Software atau alat bantu apa yang paling sering digunakan?

Data Analyst umumnya berurusan dengan SQL, Excel, dan alat Business Intelligence. Sementara itu, seorang Data Scientist wajib mahir mengendalikan tools yang lebih kompleks seperti Tensorflow, Hadoop, dan Spark.

Apakah pekerjaan ini benar-benar membutuhkan kemampuan pemrograman?

Tentu saja. Keduanya sangat mengandalkan skill pemrograman, baik itu sekadar untuk menulis kueri penarikan data maupun untuk mengembangkan infrastruktur machine learning yang canggih.

Kesimpulan

Memilih jalur karir antara menjadi analis atau ilmuwan data memang butuh pertimbangan matang soal minat dan kekuatan teknismu. Namun, satu hal yang pasti, keduanya membutuhkan pondasi logika dan komputasi yang sangat kuat. Nah, kalau kamu sudah mantap ingin terjun ke dunia teknologi yang menjanjikan ini, cara terbaiknya adalah mulai membangun keahlianmu dari sekarang. Yuk, mulai perjalananmu belajar coding dan robotika bersama ahlinya di Koding Akademi!

Share this post

Related Products

Explore Our Courses

Other Posts

Artikel Lainnya

overlay blue
It's Your Time!

Coba Kelas Trial Gratis Sekarang Juga!

Logo Koding Akademi

Koding Akademi

Online

Today